Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

Sepuluh Kalimat Bijak Dari Negeri China

父 母 不 孝 , 奉 神 無 益 。

Bila tidak berbakti pada org tua; Percuma saja menyembah Tuhan.

兄 弟 不 和 , 交 友 無 益 。

Bila dengan saudara sendiri tidak rukun ; Percuma saja menjalin persahabatan.

存 心 不 善 , 風 水 無 益 。

Bila hati penuh pikiran jahat; Percuma saja mengatur Feng Shui.

行 止 不 端 , 讀 書 無 益 。

Bila tindak tanduknya tanpa tata karma; Percuma saja sekolah.

心 高 氣 傲 , 博 學 無 益 。

Bila bersifat angkuh; Percuma saja menjadi seorg terpelajar.


作 事 乖 張 , 聰 明 無 益 。

Bila seenaknya sendiri dlm melakukan segala sesuatu; Kepintaran pun percuma.

時 運 不 通 , 妄 求 無 益

Bila belum tiba saatnya; Memohon dgn membabi buta juga percuma.

不 惜 元 氣 , 服 藥 無 益 。

Bila tidak menghargai kesehatan; Minum obat pun percuma.

妄 取 人 財 , 布 施 無 益

Sembarangan mengambil harta orang lain; Percuma saja beramal/berdana.

淫 惡 肆 欲 , 陰 騭 無 益

Bila suka mengumbar hawa nafsu; Percuma saja berbuat kebaikan.



Sumber :
http://ceritamotivasimendidik.blogspot.com/2013/02/sepuluh-kalimat-bijak-dari-negeri-china.html#more

Senin, 21 Mei 2012

Profil 'Sepenggal Taman Eden' di Tanah Minahasa



Kecamatan Modoinding berada di penghujung Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dekat Kotamobagu. 

Perjalanan bisa dimulai dari Manado (Ibukota Provinsi Sulawesi Utara) melintasi Amurang (Ibukota Minahasa Selatan) dapat ditempuh dalam waktu satu setengah jam dengan Mobil Pribadi, atau Bus Umum.

Pemandangan kota-kota kecil yang dilatarbelakangi bukit dan lembah kehijauan berlangsung selama satu jam perjalanan. Jalan berkelok-kelok dengan menyuguhkan eksotisme trimatra alam fantastik yang melebihi keindahan Dunia Fantasi. Semakin lama ditempuh, semakin kota-kota tersebut beralih menjadi desa, semakin kecil, semakin hijau.

Namun, bagi para pelancong yang menginginkan pemandangan alam dengan suhu udara yang sejuk, menjejakan kaki di Modoinding tetap merupakan prioritas utama, tak tergantikan. Dari Amurang, Modoinding bisa di capai dengan melintasi Kec. Motoling, Ranoyapo, Tompaso Baru dan Maesaan. Jalan berkelok? Sudah pasti tidak bisa dihindari. Tapi satu hal yang pasti, semua keletihan badan tersebut akan tertebus tunai dengan pemandangan alam di sepanjang perjalanan. Hijau, Eksotis, Mistis, Segar, Bersih dan Sehat pula.

Sejauh mata memandang terhampar landscape hijau di antara pepohonan dengan dedaunan yang berdansa bersama tarian angin yang semilir. Beribu petak sawah, pohon nyiur, anak sungai yang jernih menyebar dan menjalani hidup dengan damai di daerah penuh bukit dan ngarai itu. Orang-orang yang memiliki penyakit sulit tidur sebaiknya segera datang ke sini dan mulai menghitung satu per satu anugerah alam tersebut.

Setelah berjalan menelusuri jalan berkelok yang menembus bukit, sekitar dua jam dari Amurang, gerbang Selamat Datang di Kecamatan Modoinding akan menyambut kita, pertanda kita telah memasuki dunia anugerah yang tidak akan kita jumpai di tempat lain. Praktis kita membutuhkan sekitar 3,5 jam berkendara dari Manado sampai Modoinding.

Inilah Modoinding. Jazirah Minahasa yang terhampar pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut. Pada waktu-waktu tertentu di malam hari, suhu udaranya bisa mencapai 12 derajat Celcius. Di siang hari, suhu udara normalnya 23 - 28 derajat Celcius. Bukankah ini sebuah kesejukan yang kita dapatkan secara gratis tanpa perlu membeli AC. Suasana yang bisa kita dapatkan di tempat lain dengan biaya yang mahal.


Inilah Modoinding. Sebuah kecamatan tanpa penduduk miskin, karena alam memelihara mereka secara turun temurun,  dan mereka menafkahi hidup mereka dengan bercocok tanam dan bergantung sepenuhnya pada bumi. Alam pula yang menasbihkan daerah ini sebagai ‘dapur’ bagi Indonesia Bagian Timur. Lahan yang sangat luas, sangat subur, sangat produktif dan sangat indah. Merupakan sebuah kekayaan yang sangat langka dan berharga jika kita bisa menjadi bagian darinya.

Suasana desa, hawa sejuknya, udara yang sangat segar seolah-olah sehabis hujan, bebukitan yang menghampar tak beraturan, sungai berair tenang yang berliku membelah ladang perkebunan sayur-sayuran, rumah-rumah panggung dari kayu (rumah-rumah tradisional rakyat Minahasa), tanaman bunga di pekarangan dan pagar, aneka panen sayur mayur yang bertumpuk-tumpuk di tepian jalan. Semua terangkai dengan bingkai langit biru dan sekelompok awan sisa hujan yang berarak mengejar burung-burung yang terbang bebas, melengkapi gambaran indah yang menciptakan suasana damai.

Modoinding, sungguh tempat dengan pesona surgawi yang dapat menentramkan hati, layaknya seorang kekasih.

Jika memiliki kekasih, maka tempat ini akan menghadirkan keinginan untuk membawanya duduk dan bercengkrama, di musim saat sayur-mayur mendekati panennya dan bunga-bunga bersemi, mekar berwarna-warni yang harum semerbak mewangi.  

Jika telah berpisah dengan kekasih, maka tempat ini akan menghadirkan berbagai pengandaian bahwa mesin waktu bisa ditemukan untuk kembali ke masa lalu, sekedar menculiknya dan membawanya duduk dan berbagi cerita di salah satu kaki bukit, di musim saat bunga-bunga sedang berseri sehingga dapat membuat cinta bersemi kembali.

Jika hanya seorang diri, tidak punya kekasih, tidak punya mantan kekasih, dan tak punya siapapun,  betapa pun menyedihkannya, cukuplah duduk berdiam diri di salah satu tempat yang teduh sambil memandangi seluruh alamnya, kita kan merasa bahwa Tuhan Sang Maha Pencinta selalu berada dekat kita, karena sesungguhnya kita berada di dalam ‘Sepenggal Taman Eden’ yang terhampar di Tanah Minahasa.

Modoinding, selalu akan menjadi sumber dari berbagai inspirasi. 

Disadur dari :
http://alexanderpaul.multiply.com/

Senin, 14 November 2011

Kisah Penciptaan Lagu "MALAM KUDUS"

Malam itu, langit di lereng pegunungan Alpen, Austria, terlihat cerah. Joseph Mohr berjalan menulusuri jalan setapak, usai menonton pertunjukan drama Natal yang dipentaskan oleh sekelompok aktor keliling. Menurut rencana, sebenernya drama itu akan dipentaskan di gereja St. Nichoas, tetapi karena organ gereja rusak akibat digigiti tikus, maka pentas itu terpaksa dialihkan ke rumah salah satu jemaat.

Ketika sampai di puncak bukit, Mohr berhenti sejenak untuk melihat pemandangan di bawahnya.  Dia begitu terpesona pada kerlap-kerlip lampu-lampu yang memancar dari dalam rumah penduduk. Suasananya sangat sunyi dan teduh.  Hal itu membuat Mohr membayangkan suasana malam ketika Kristus lahir di kandang Betlehem.  "Malam sunyi! Malam kudus!" Kata-kata itulah yang yang tiba-tiba terlintas di benak Mohr.

Sesampai di rumahnya, Mohr segera menyambar pena dan kertas untuk menuliskan baris-baris puisi yang meluap dari hatinya.  Setelah itu, dia punya rencana untuk menyanyikan syair gubahannya itu pada malam kebaktian Natal di gerejanya.  Keesokan harinya, dia segera menemui Franz Xaver Grüber, seorang guru desa dan pemain organ gereja.  Pada hari itu juga, Grüber bisa merampungkan melodi untuk syair itu. Maka jadilah lagu "Malam Kudus" (Silent Night) yang beberapa abad kemudian menjadi "lagu wajib" pada setiap perayaann Natal.

Siapakah Joseph Mohr? Dia dilahirkan tahun 1792 di Steingasse, di sebuah perkampungan kumuh di Austria.  Seorang pastor merasa kasihan melihat Mohr kecil terpaksa mengamen di jalanan. Imam Katolik itu lalu memungutnya dari jalanan dan menyekolahkan di Salzburg.  Di sana, selain belajar agama, Mohr juga belajar bermain organ, biola dan gitar. Tahun 1818, Mohr ditempatkn sebagai asisten pastor di gereja St. Nicholas.

Sesuai dengan rencananya, pada malam Natal di tahun 1818, Mohr menyanyikan lagu ciptaanya itu dengan iringan gitar Grüber (karena organ gereja masih rusak). Lagu yang masih gres itu ternyata menyentuh hati jemaat yang datang beribadah. 

Meski terbilang sukses, namun mereka tidak pernah punya niat untuk menyebarkan lagu itu ke luar desa.  Seminggu kemudian, Karl Maurachen, tukang servis organ kenamaan dari Zillerthal datang untuk memperbaiki alat musik di gereja itu.  Ketika sudah beres, Grüber dipersilahkan mencoba memainkan organ itu. Pada kesempatan itu, Grüber memainkan lagu yang baru diciptakan itu.  Maurachen sangat terkesan mendengar lagu itu. Dia minta salinan komposisi lagu itu dan membawanya pulang.

Di tangan Maurachen, lagu itu mulai menyebar dan menjadi lagu rakyat di wilayah Tyrol. Lagu ini menjadi semakin populer ketika kuartet Strasser,--empat wanita bersaudara--, menyanyikan lagu ini berkeliling di seluruh Austria. Tahun 1838, lagu ini sudah dikenal di Jerman sebagai "lagu tidak jelas asal-usulnya."

Di Amerika, lagu ini diperkenalkan oleh Rainers, sebuah keluarga penyanyi dari Tyrol dalam sebuah tur konser, tahun 1839. Seperempat abad kemudian, Jane Campbell menterjemahkan syairnya ke dalam bahasa Inggris.  Tahun 1980, Yayasan Musik Gereja (Yamuger) menterjemahkan dalam bahasa Indonesia.  Syairnya sebagai berikut: "Malam kudus, sunyi senyap. Dunia terlelap. Hanya dua berjaga terus.  Ayah Bunda mesra dan kudus. Anak tidur tenang."

Kamis, 12 Agustus 2010

Kontroversi "Merry Christmas Vs Happy Holyday"


Oleh : Bagus Pramono - Sahabat Kristen
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Beberapa tahun terakhir ucapan "Merry Christmas" mulai beralih pada ucapan yang lebih sekuler "Happy Holidays" atau "Best Wishes for the Holiday Season" dan semacamnya. Pohon-natal pun mulai tidak lagi disebut sebagai "Christmas Tree" tetapi "Holiday Tree". Perubahan ini mendapat perhatian khusus, dan ada diantara kita kaum Kristiani sangat menentang hal-hal tersebut.

Bulan Desember tahun lalu di Amerika Serikat ada kelompok Kristen Konservatif berjumlah 700an orang berdemo, menyerukan agar orang Kristen memboikot group toko retail Target, karena toko tersebut memasang iklan dengan tidak menyebutkan kata "Christmas" melainkan memakai istilah "Holiday Season". Kegiatan ini langsung dibaca dengan cermat oleh group toko retail Wal-Mart yang tetap beriklan dengan menyertakan kata "Christmas".
Karena tekanan itu, Target kemudian balik menggunakan kata "Christmas" dalam iklannya. Maka jadilah urusan itu berubah menjadi "marketing tools", dan hebohnya berita bisa jadi menguntungkan ke-2 macam group toko tersebut.

Di tengah-tengah kontroversi dalam bisnis retail tersebut, Presiden Bush dan istrinya mengirim kartu Natal kepada sekitar 1,4 juta orang pendukungnya. Kartu itu bergambar dua anjing kesayangan Presiden Bush bermain-main di salju, di depan Gedung Putih. Kartu itu tidak bertuliskan ucapan "Merry Christmas", tetapi "Best Wishes for the Holiday Season". Kartu ini tentu saja mengecewakan sebagian orang yang kurang setuju dengan istilah "Holiday Season".

Beberapa kelompok politik dan kalangan Kristen konservatif pun mengecam kartu ucapan presiden ini, dan mengatakan itu adalah upaya untuk menyingkirkan Kristen dari arena publik.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Ada baiknya kita melihat sejarah Natal, dimana memang perayaan Natal 25 Desember ini terjadi karena tradisi saja. Alkitab tidak pernah menyebut adanya Natal tanggal 25 Desember, tidak pernah menyebut atribut natal, pohon natal dan lain-lain. Penemuan papyrus abad-4, menulis pada tahun 274 M di Kerajaan Romawi, tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran matahari karena diakhir musim salju tanggal itu matahari mulai kembali menampakkan sinarnya dengan kuat, karena itu bagi orang Romawi kuno, hari itu dirayakan sebagai hari Matahari.

Ketika Kekristenan 'dijadikan agama negara' di Kerajaan Romawi, kebiasaan perayaan itu ternyata sukar ditinggalkan masyarakat Roma yang sudah menjadi Kristen. Oleh karena itu para pemimpin Gereja kemudian mengalihkan perhatian mereka, perayaan yang semula adalah perayaan Matahari diganti menjadi perayaan peringatan kelahiran Yesus.

Ketentuan ini oleh Gereja pada masa itu diresmikan di Roma tahun 336 M, dan mereka menjadikan tanggal 25 Desember sebagai hari peringatan kelahiranKristus. Peringatan kelahiran Kristus dengan tanggal peringatan 25 Desember akhirnya juga diperkenalkan oleh Kaisar Konstantin, hal ini sebagai pengganti tanggal 5-6 Januari yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai hari peringatan kelahiran Kristus.

Perayaan Natal kemudian di lakukan juga di Anthiokia pada tahun 375 M dan pada tahun 380 M dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 M di Alexandria dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan berkembang.

Sebagai seorang Kristen yang telah mengerti makna Natal sebenarnya, tidaklah perlu ikut-ikutan aksi seperti kelompok Kristen di Amerika, menentang sekularisasi Natal oleh orang-orang yang bukan Kristen tetapi ingin merayakan Natal. Natal secara luas telah dikenal orang dunia. Di Jepang orang non-Kristen juga merayakan Natal, dengan pesta malam dan mabuk sampai pagi, di Malaysia negara Muslim, di negara tetangga kita ini Natal juga dirayakan oleh sebagian orang Muslim. Pohon Natal dipasang gede-gede di setiap Mall. Ada seorang teman Muslim disana memasang pohon Natal pada bulan Desember, hanya karena dia demen hiasan tersebut. Di China negara Komunis, Natal juga menjadi marketing tools semua toko dihiasi pernak-pernik Natal.

Penyanyi senior Barry Manilow memproduksi DVD musik yang berjudul "Because it's Christmas" & "A Christmas Gift of Love" isinya khusus lagu-lagu Natal. Ia menciptakan lagu Natal dan menyanyikannya. Dalam sebuah wawancara di TV ia ditanya mengapa ia yang adalah orang Yahudi yang tidak merayakan Natal, menyanyikan lagu Natal? Ia menjawab dengan bercanda "Karena aku iri, aku tidak punya hari raya Natal".

Lagu klasik Natal "White Christmas" juga diciptakan oleh seorang yang bukan Kristen, Irving Berlin. Ia seorang Yahudi. Ia menciptakan lagu ini ditujukan kepada sahabatnya yang Kristen.

Ada juga sinkretisasi hari raya ini menjadi perayaan "Chrismukkah" alias "Hanukkah and Christmas", bahkan perayaan 'Yahudi campur Kristen'. Ini sudah dikenal di Jerman sejak tahun 1800an M, disana dikenal dengan istilah "Weihnukkah" .

Marilah kita kaji, apa sih yang ada dibenak orang-orang itu (yang bukan Kristen) ketika mereka ingin merayakan Natal, bukankah itu dikaitkan dengan suatu momen khusus, merayakan, membuat pesta, mengadakan pertemuan khusus pada hari yang khusus bersama teman, keluarga, sanak, saudara, dll.

Maka, andaikata istilah "Christmas" itu tidak pernah diganti dengan istilah "Holiday Season", toh arti Christmas bagi mereka itu tidak akan pernah dikaitkan dengan Kristus. Bagi mereka mungkin merasa bahwa 25 Desember itu bukan hak-ciptanya kalangan Kristen secara eksklusif. Dan mereka tetap akan merayakannya dengan cara mereka sendiri yang tidak mendasarkannya pada dasar-dasar Kristianitas. Karena mereka memang hanya mau "merayakan" saja tanpa embel-embel Kristus.

Disamping itu pula perhatian orang dalam merayakan "Holiday Season" itu bukan hanya pada 25 Desember tetapi juga untuk menyambut tahun yang baru 1 Januari.

Arti Natal bagi umat Kristiani sejak kapanpun dan sampai kapanpun akan selalu berbeda dengan cara perayaan orang-orang dunia itu baik dengan istilah "Christmas" atau tidak. Kita umat percaya memahami dan menghormati makna Natal karena ALLAH telah sudi lahir sebagai manusia, ALLAH Yang Maha-tinggi itu telah merendahkan Diri-NYA, serendah-rendahnya menjadi manusia, lahir sebagai manusia biasa bahkan terhina mati di kayu salib.

Natal bagi umat Kristiani bukan sekedar perayaan, kumpul-kumpul, atau mengadakan kegiatan-kegiatan, tetapi Natal adalah lebih kepada peringatan akan kasih karunia ALLAH yang dahsyat.

Bagi kita, umat Kristiani makna Natal tidak hanya jatuh pada bulan Desember, karena ini hanyalah tradisi dunia. Natal bagi kita dapat kita rayakan di bulan Desember bahkan di bulan-bulan yang lain. Setiap haripun bisa menjadi Natal. Rasul Paulus berkata "Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku." (2 Timotius 2:8 ).

Maka setiap kali kita mengingat kematian-NYA dalam Perjamuan Suci (Lukas 22:19), otomatis kita juga mengingat bahwa Ia pernah lahir. Kelahiran-NYA telah membawa Kabar Baik, bahwa semua orang yang percaya akan memperoleh kehidupan yang kekal
(Yohanes 3:16).

4 Malaikat dalam Alkitab


Tahukah Anda ada berapa nama Malaikat dalam Alkitab? Jika kita membaca Alkitab maka kita akan mengetahui bahwa ada 4 nama malaikat dalam Alkitab yang bisa teridentifikasi yaitu: GABRIEL, MIKHAEL, LUSIFER (nama ini ada dalam Alkitab bahasa Inggris seperti KJV-King James Version, dalam Alkitab bahasa indonesia disebut Bintang Timur), dan ABADON / APOLION. Nah mari kitaperjelas satu per satu keempat nama malaikat ini.

GABRIEL
Gabriel memainkan peran dalam kisah kelahiran Yesus, dan juga sepupu Yesus, yakni Yohanes Pembaptis yang usianya lebih tua 8 bulan dari Yesus. Lukas 1 mengisahkan tentang imam Zakharia, yang melihat malaikat di bait Allah. Gabriel mengumumkan bahwa istri Zakharia, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan "Menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Zakharia yang sudah tua menjadi ragu-ragu, maka Gabriel yang menyatakan bahwa ia "yang melayani Allah" (ay 19), menghukum Zakharia menjadi bisu sampai bayi itu dilahirkan.

Gabriel mendatangi Maria di nazaret dan memberi tahu bahwa ia akan melahirkan seorang anak, "Anak Allah Yang Mahatinggi" (ay 32). Maria menjawab bahwa ia adalah seorang perawan, tetapi Gabriel berkata, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menanungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah" (ay 35).

Gabriel menampakkan diri kepada Daniel dalam kitab Daniel sebagai penafsir dari berbagai penglihatan Daniel yang misterius. (Dan 8:16; 9:21)

MIKHAEL
Ada beberapa Mikhael dalam Alkitab, tetapi hanya satu yang penting yaitu Mikhael yang menjadi malaikat dengan jabatan Sang Penghulu Malaikat atau semacam "Pemimpin malaikat atau kepala para malaikat." Nabi Daniel menyebut dia lebih dari sekali sebagai "Pemimpin", Mikhael adalah malaikat pelindung surgawi bagi umat / bangsa Israel (Dan 10:13,21; 12:1). Kitab Wahyu menggambarkan sebuah peperangan pada akhir zaman, dengan Mikhael dan malaikat-malaikatnya bertempur melawan Naga, Ular Tua, Setan/ Lucifer dengan 1/3 para malaikat surga yang mejadi pemberontak mengikuti Lucifer (12:4,7). Jadi Mikhael lebih terlihat perannya pada akhir zaman ini.


LUSIFER
Arti namanya yaitu "Pembawa terang". Ini disebutkan hanya sekali dalam PL, dalam Yesaya 14:12-15:

How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!
For thou hast said in thine heart, I will ascend into heaven, I will exalt my throne above the stars of God: I will sit also upon the mount of the congregation, in the sides of the north: I will ascend above the heights of the clouds; I will be like the most High.
Yet thou shalt be brought down to hell, to the sides of the pit.

14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang
Mahatinggi!

14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Para pembaca Alkitab dari berbagai generasi percaya bahwa Lucifer itu dulunya adalah malaikat yang melayani Allah dengan pujian dan penyembahan, tubuhnya dipercaya terdiri dari berbagai macam alat musik, ketika ia bergerak, maka alat musik dalam tubuhnya berbunyi dengan indahnya, pada mulanya ia memimpin para malaikat pemuji yang berada di sekitar takhta Allah, namun kemudian ingin menjadi seperti Allah, hendak menyamai Yang Maha Tinggi, dia seorang malaikat angkuh yang memberontak melawan Allah, lalu dibuang dari surga ke bumi.

Dalam PB Paulus menyebutkan bahwa setan/Ular Tua/Naga/Singa yang mengaum-aum "Menyamar sebagai malaikat Terang" (2 Kor 11:14). Dalam suratnya kepada Timotius mengenai kualifikasi rohani bagi seorang pendeta, Paulus menyatakan bahwa "Janganlah ia orang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman seperti yang terjadi pada Iblis" (I Tim 3:6).

Lusifer bersama para malaikat pengikutnya selalu berusaha mendakwa dan menggoda anak-anak Tuhan, bahkan berusaha menghalangi pemberitaan injil kerajaan Allah di bumi ini. Pada Masa Kerajaan Seribu Tahun, Lusifer ditangkap dan diikat serta dilemparkan ke dalam jurang maut supaya ia jangan menyesatkan bangsa-bangsa sebelum berakhir masa seribu tahun. Setelah itu dia dilepaskan dan untuk terakhir kalinya akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi dan mengumpulkan manusia yang berhasil disesatkan dan berperang melawan Allah dan
orang-orang kudusnya. Namun dikalahkan oleh Allah. Akhirnya Lusifer/Iblis dan para malaikatnya akan dihukum selama-lamanya di neraka yang kekal bersama orang-orang yang tidak beroleh keselamatan dalam Yesus.

ABADON / APOLION
Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion (Why 11:9)

Arti namanya ialah Kehancuran (Abadon) atau Penghancur/Pembinasa (destroyer-
Apolion)

Malaikat Jurang Maut ini memimpin para malaikat lain untuk menyiksa para manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya selama 5 bulan.

Rupa Abadon dan para malaikat ini dalam bentuk belalang-belalang seperti kuda yang disipakan untuk peperangan, di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, rambut seperti rambut perempuan, gigi seperti singa, dada seperti baju zirah, bunyi sayap mereka seperti bunyi kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan, ekornya seperti kalajengking dan ada sengatnya, di dalam ekor mereka terdapat kuasa untuk menyakiti manusia lima bulan lamanya.

Peristiwa ini terjadi pada akhir zaman ketika malaikat meniupkan sangkakala ke lima. Para Malaikat ini hanya menyiksa tetapi tidak mencabut nyawa manusia pada 7 tahun masa kesusahan di akhir zaman nanti.

http://www.gsn-soeki.com/wouw/?Nama-Malaikat-Dalam-Alkitab

Posted: 12 September 2006 10:37

Kematian Para Rasul Yesus


Buat yg merasa hidup nya selalu menderita, cobalah simak biografi para rasul Yesus ini. Ternyata penderitaan kita bukan apa-apa bila dibandingkan dengan penderitaan mereka.

Satu penulis sejarah yg bisa di pertanggungjawabkan tulisannya berdasarkan bukti2 nyata ialah Eusebius.

Ia menulis buku mengenai cara meninggal nya para Rasul di tahun 325 yg berjudul :

"Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkothbahkan Injil
keseluruh dunia".

Tulisannya dia telah di telusuri dan diselidiki ulang oleh penulis sejarah gereja Mr.Schumacher untuk membuktikan akan kebenaran tsb.

Matius meninggal dunia, karena di siksa dan di bunuh dengan pedang di Etopia.

Markus meninggal dunia di Alexandria(Mesir), setelah badannya di seret hidup2 dengan kuda melalui jalan2 yang penuh batu sampai ia menemukan ajal nya.

Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani, setelah ia berkothbah di sana kepada orang2 yg belum mengenal Tuhan.

Yohannes direbus atau lebih tepatnya di goreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah di goreng hidup2, ia bisa hidup terus. Tetapi akhir nya ia dibuang dah diasingkan ke pulau PATMOS untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu2nya Rasul yg bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasang berbeda, ialah secara hurdisalib. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.

Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerussalem, di lempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yg sama di mana si setan membawa Yesus untuk di goda. Ia meninggal dunia setelah di lempar dari tempat tersebut.

Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, ia dipenggal kepalanya di Yerussalem. Pada saat2 di siksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha berkothbah terus, bukan hanya kepada tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yg menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya.Sehingga akhir nya org Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut di hukum dan di penggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doa nya yg terakhir , sebelum ia mati di penggal bersama yakobus sebagai orang kristen.

Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hacur terlepas ke beset.

Andreas juga di salib sperti Petrus dengan cara X di YUnani. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yg telah di ucapkan oleh Andreas sbelum meninggal dunia : "Ternyata keinginan dan cita2 saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan 'happy hours' dengan di siksa dan si salib sperti Yesus". Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkothbah terus, dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkothbah sambil di hukum cambuk.

Thomas mati di tusuk oleh tombak di India.

Yudas saudara nya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pd thn 67. Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan surat-suratnya dibuat dan di kirim dari penjara.

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan" (Rom 12:11)

GBU guys...

DIkumpullkan dr berbagai sumber,
dan di tulis ulang oleh Inawati Sandjojo (PKKKAS)