Jumat, 13 Agustus 2010

Beban Yang Membawa Berkat


Ada sebuah kisah tentang sebuah jam tua yang besar, yang berdiri di sudut sebuah ruangan yang sama selama tiga generasi lamanya. Jam tua yang besar itu dengan setia berdetak menit demi menit, jam demi jam, dan hari demi hari.

Di dalam jam tua itu terdapat sebuah bandul yang berat yang harus ditarik ke atas setiap malam supaya jam itu tetap bekerja.

Suatu hari jam tua yang besar itu dijual, dan pemilik barunya melihat adanya bandul yang berat tersebut.

"Menyedihkan sekali," katanya, "Jam tua seperti ini masih harus memikul beban seberat itu." Oleh karena itu, sang pemilik baru pun mengambil beban tersebut dari rangkaiannya. Seketika itu pun jam tersebut berhenti berdetak.

"Menapa Anda melakukan hal itu?" tanya jam itu.

"Aku ingin meringankan bebanmu", jawab sang pemilik.

"Tolong kembalikan bebanku", pinta jam itu. "Beban itulah yang membuat aku tetap bekerja".

Pesan Moral :

Kebanyakan orang mencari cara cara yang paling mudah untuk menempuh kehidupan ini. Mereka berpikir bahwa jika mereka tidak mempunyai beban apa pun, mereka dapat menjalani hidup dengan senang dan penuh kemenangan. Mereka tidak menyadari bahwa Allah seringkali memelihara kerohanian kita dengan beban-beban yang terasa meruntuhkan kita.

Ujian dapat memberi kita kekuatan rohani. Dan, beban yang kita alami dan kita pikul tidak hanya dapat membawa berkat dalam hidup ini, tetapi juga "mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" 2 Korintus 4:17

Tidak ada komentar: