
Bertahun-tahun yang lalu, seorang pemuda berumur 16 tahun meninggalkan rumahnya untuk mengadu nasib di kota lain.
Seorang kapten kapal berkata kepada pemuda itu, "Berhati-hatilah. Mulailah pekerjaanmu dengan baik, maka kamu akan berhasil". Pemuda itu berkata bahwa satu-satunya bakat yang ia miliki adalah membuat sabun. Oleh karena itu ia berniat memproduksi sabun.
Kapten kapal itu lalu berkata, "Sebentar lagi di New York akan ada seorang pembuat sabun yang sukses, dan itu adalah kamu! Jadilah seorang pemuda yang baik; berilah hatimu kepada Yesus; berikanlah kepada Allah apa yang menjadi milik Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berilah dengan berlimpah kepada Allah. Allah akan memberkatimu, dan akan datang saatnya kamu akan menjadi seorang yang kaya!"
Pemuda itu lalu tiba di kota New York. Ia teringat kepada kata-kata kapten kapal itu. Ia pun menjadi seorang Kristen, dan menggabungkan diri dengan sebuah gereja.
Dari dollar pertama yang ia hasilkan, sepersepuluhnya lalu ia berikan kepada Tuhan. Sejak itu, dari tiap dolar yang ia hasilkan, sepuluh sennya diberikannya kepada Tuhan. Ia bekerja aktif dalam sebuah perusahaan sabun, dan ia membuat sabun dengan jujur. Ia pun tidak pernah lupa untuk menghormati Tuhan. Dengan ajaib, Allah lalu memberkati pemuda itu. Ia berhasil menjadi seorang kaya. Lalu, ia memberikan 20% dari penghasilannya kepada Tuhan, dan akhirnya ia memberikan 90% dari hasilnya kepada Tuhan.
Yesus berkata, "Berilah dan kamu akan diberi". Kebenaran ini senantiasa ada sekalipun langit dan bumi akan berlalu. Mulailah sekarang: memberikan persepuluhan dengan teratur setiap minggu kepada Tuhan, karena persepuluhan bukanlah pemberian kita kepada Allah. Alkitab mengajar kepada kita bahwa PERSEPULUHAN ADALAH MILIK TUHAN.
(Maleakhi 3:10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar