
Menurut cerita, ada seorang pria yang tinggal sendirian di sebuah gubuk di tengah hutan yang lebat. Pria itu beranggapan bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk selalu berdoa sebelum mengejakan segala sesuatu, dengan mengucapkan beberapa doa yang sempat dipelajarinya ketika masih kanak-kanak.
Suatu hari, ia memutuskan untuk menghitung doa-doanya dengan cara memasukkan sebiji kenari ke dalam sebuah stoples setiap kali ia selesai berdoa.
Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sampai ada beberapa jajaran stoples yang penuh berisi biji kenari di gubuknya. Semakin banyak jumlahnya, semakin banggalah ia akan dirinya.
Lau, ia bermimpi, di mana Tuhan Yesus berdiri di hadapannya dan bertanya, "Apa arti semua stoples berisi kenari itu?"
"Setiap biji berarti sebuah doa" jawabnya
"Ambillah palu dan belahlah biji-biji itu", kata Yesus kemudian. Ia segera melakukan hal tersebut dan mendapati bahwa setiap kenari itu ternyata isinya telah mengering, dan tinggallah kulit-kulit kosong.
Yesus kemudian bertanya kepadanya, "Doa-doamua juga kosong seperti itu. Kau hanya mengucapkan kata-kata yang kau hafal, tetapi hatimu tidak berdoa. Doa akan berarti kalau keluar dari hati, bukan sekadar meluncur dari bibir"
Ini hanyalah sebuah cerita, tetapi pesannya sangat bermakna. Allah Bapa kita sangat merindukan komunikasi yang sepenuh hati dari anak-anak Nya. Doa yang hanya diulang-ulang tanpa penghayatan, tidak lain hanyalah omong kosong.
(lagipula dalam doamu itu janganlah kamu betele-tele..... Matius 6:7)
Sumber : Secangkir Kopi Susu bagi jiwa anda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar